AyoMondok

AYO MONDOK ! PESANTRENKU KEREN
PonPes Qothrotul Falah

Jl. Sampay-Cileles Km. 5 Ds. Sumurbandung Kec. Cikulur Kab. Lebak, Banten


  KH. Achmad Syatibi Hanbali
   0859 2980 4467
  info@qothrotulfalah.com
   www.qothrotulfalah.com

Profil

Untuk memenuhi pendidikan keagamaan yang mampu mencetak kader-kader ulama yang berdedikasi tingggi terhadap agama dan negara, berakhlak mulia dan memiliki jiwa kepemimpinan amanah, sesuai harapan masyarakat Desa Sumurbandung, Kec. Cikulur, Kab. Lebak, Prop. Banten, maka KH. Hanbali, seorang tokoh agama yang sangat kharismatik di daerah itu, berupaya mewujudkannya dengan membentuk majlis mudzakarah kecil-kecilan.

Dalam majlis mudzakarah itu, KH. Hanbali mengajarkan kitab-kitab sumber keagamaan dalam berbagai bidang, baik bidang fikih (Kifayah al-Akhyar, I’anah al-Thalibin, Kasyifah al-Saja, Safinah al-Najah, Fath al-Wahhab, Fath al-Mu’in, Riyadh al-Badi’ah, dll), bidang tauhid (Fath al-Majid, Kifayah al-‘Awwam, dll), dan bidang tasawuf (Ihya’ Ulum al-Din, Bidayah al-Hidayah, Minhaj al-‘Abidin, Kifayah al-Adzqiya’, Nashaih al-‘Ibad, Sullam al-Taufiq, dll).

Kala mengelola majlis mudzakarah itu, KH. Hanbali masih berstatus lajang dan baru berumur 26 tahun. Umur yang relatif muda untuk seorang tokoh yang memiliki “kelebihan” di bidang agama. KH. Hanbali yang pernah mendekam di penjara Nippon sekitar 2 tahun, karena “pemberontakan”nya itu, semakin digandrungi oleh masyarakat sekitar. Karenanya, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun, kegiatan majlis mudzakarah­nya kian ramai dikunjungi orang-orang yang dahaga pengetahuan agama.

Pada tahap selanjutnya, KH. Hanbali yang beristrikan Hj. Uyung itu, berfikiran untuk mendirikan lembaga pendidikan agama yang independen. Dan pada 1961, KH. Hanbali yang semula hanya bermaksud mengamalkan ilmu agamanya kepada sanak keluarga dan kerabatnya, lantas mendirikan Pondok Pesantren Qothrotul Falah (Tetesan Kemenangan), disingkat Qi Falah. Pondok pesantren itupun mulai menapaki sejarahnya.

Pada 1972, KH. Hanbali menunaikan rukun Islam ke-5 untuk kedua kalinya, beserta putera semata wayangnya, KH. Achmad Syatibi Hanbali. Kesempatan menjadi tamu Allah Swt di Tanah Suci dimanfaatkan KH. Hanbali untuk memperdalam ilmu agama. KH. Hanbalipun mukim di sana untuk beberapa tahun, sementara putera beserta isterinya kembali ke kampung halaman. Atas kehendak Allah Swt, KH. Hanbali meninggal di Tanah Kelahiran Nabi Muhammad itu dan dikebumikan di sana.

Sepeninggal KH. Hanbali, Pondok Pesantren Qothrotul Falah dikelola oleh putra satu-satunya, KH. Achmad Syatibi Hanbali, yang waktu itu usianya masih relatif sangat muda, untuk ukuran pengasuh pondok pesantren. Karena kegigihan dan keuletan Kiai Muda berusia 27 itu, Pondok Pesantren Qothrotul Falah mulai berkembang dan dikenal masyarakat, bukan hanya oleh masyarakat Cikulur, tapi juga oleh masyarakat di luar Kab. Lebak, bahkan di luar Propinsi Banten.

Pada 1991, atas harapan dan desakan masyarakat pada lembaga pendidikan yang berkualitas, KH. Achmad Syatibi Hanbali beserta sesepuh masyarakat yang diwakili Drs. H. Achmad Djazuli (alm), mendaftarkan Pondok Pesantren Qothrotul Falah ke Kantor Notaris Nuzwar SH, dengan No. 08, 31 Juli 1991, untuk dibuatkan akte pendirian ponpes secara resmi. Ponpes ini membawahi pendidikan formal (MTs dan SMA) dan pendidikan nonformal (salafiyah: kajian kitab kuning).

Pondok Pesantren Qothrotul Falah, dari tahun ke tahun, terus menuai perkembangan pesat. Ini terlihat dari jumlah santri yang ingin nyantri salaf ataupun menimba ilmu umum (MTs dan SMA) yang terus bertambah. Seiring kuantitas santri yang kian bertambah itu, sarana pendidikanpun kian banyak. Gedung-gedung asrama santri putra-putri dan pendidikan pun berdiri kokoh di sekitar Ponpes.

Berkaitan dengan sistem pengelolaan Pondok Pesantren Qohtrotul Falah, baik pengelolaan pendidikan formal maupun nonformal, figur sentral seorang kiai masih sangat dibutuhkan. Karena itu, KH. Achmad Syatibi Hanbali sebagai figur sentral Ponpes harus pandai-pandai menyaring aneka usulan dari berbagai kalangan. KH. Achmad Syatibi Hanbali tidak segan-segan dan sungkan-sungkan berdialog dengan masyarakat dan para santri tentang apa-apa yang menjadi kekurangan di Ponpesnya, agar kekurangan tersebut dapat diminimalkan.

Info Unggulan

Jenjang Pendidikan

Sistem pengajaran di Pondok Pesantren Qothrotul Falah, pada awalnya, sangat kental nuansa dan pendekatan salafi. Misalnya, pengajian kitab kuning dilakukan dengan sistem sorogan (para santri membaca kitab di hadapan guru), bandungan (guru membaca kitab di hadapan para santri), dan musyawarah a la ponpes klasik.

Namun, seiring tuntutan zaman yang kian kompetitif, pihak pengelola mau tidak mau, harus merespon tuntutan itu. Bentuk respon itu misalnya, pihak pengelola memasukkan sistem pengajaran Bahasa Arab modern, Bahasa Inggris, mendirikan pendidikan formal (MTs dan SMA

Ekstrakurikuler

Pihak pengelola memasukkan sistem pengajaran Bahasa Arab modern, Bahasa Inggris, mendirikan pendidikan formal (MTs dan SMA), dan berbagai kegiatan ekstra (meliputi hidup berorganisasi, kepramukaan, PMR, Paskibra, olah raga, drum band, marawis, komputer, kesenian, muhadharah dan qira’ah al-Qur’an).

Fasilitas

Sarana dan Prasarana yang dimiliki
a. Sarana Ibadah
Masjid jami’ “Mas’adul Husein” 2 lantai, dengan ukuran 1.856 m2.
b. Asrama putra
1. Gedung Ibnu Rusyd 2 lantai, dengan ukuran 960 m2 terdiri atas 14 lokal
2. Gedung Ibnu Miskawaih 2 lantai dengan ukuran 1.020 m2 terdiri atas 12 lokal
3. Gedung Rifa’i I, 2 lantai, dengan ukuran 372 m2 terdiri atas 8 lokal.
4. Gedung Rifa’i II, 2 lantai, dengan ukuran 320 m2 terdiri atas 16 lokal
5. Gedung Rifa’i III, 2 lantai, dengan ukuran 720 m2 terdiri atas 16 lokal (tahap pembangunan)
6. Gedung Habibi 2, lantai, dengan ukuran 372 m2 terdiri atas 8 lokal.
c. Asrama Putri
1. Gedung Khadijah 2 lantai, dengan ukuran 396 m2 terdiri atas 12 lokal
2. Gedung Hafshah 2 lantai, dengan ukuran 396 m2 terdiri atas 12 lokal
3. Gedung Habibah 2 lantai, dengan ukuran 462 m2 terdiri atas 12 lokal
4. Gedung ‘Aisyah 2 lantai, dengan ukuran 462 m2 terdiri atas 12 lokal
5. Gedung Halimatus Sa’diyah 2 lantai, dengan ukuran 864 m2 terdiri atas 24 lokal
6. Gedung Saudah 2 lantai, dengan ukuran 396 m2 terdiri atas 12 lokal
7. Gedung Mastufah 2 lantai, dengan ukuran 864 m2 terdiri atas 12 lokal
8. Gedung Ummi Kulsum 2 lantai, dengan ukuran 157 m2 terdiri atas 6 lokal
d. Ruang Belajar
1. Gedung Ibnu Taimiyah 2 lantai, dengan ukuran 1.120 m2 terdiri atas 14 lokal
2. Gedung Ibnu Sina 3 lantai, dengan ukuran 1.680 m2 terdiri atas 21 lokal
3. Gedung Al-Maghfiroh 2 lantai, dengan ukuran 560 m2 terdiri atas 8 lokal
4. Gedung Ibnu Khaldun 1 lantai, dengan ukuran 1.680 m2 terdiri atas 4 lokal
5. Gedung Al-Kindi 1 lantai, dengan ukuran 1.680 m2 terdiri atas 4 lokal
6. Gedung Ibnu Bathutah 3 lantai, dengan ukuran 94 m2 terdiri atas 6 lokal Kelas Multimedia
7. Gedung Ibnu Thufail 2 lantai, dengan ukuran 94 m2 terdiri atas 6 lokal
e. Ruang Praktek Laboratorium dan Perpustakaan
1. Laboratorium Bahasa 2 lokal
2. Laboratorium Kimia 1 lokal
3. Laboratorium Biologi 1 lokal
4. Laboratorium Fisika 1 lokal
5. Laboratorium Komputer 3 lokal
6. Laboratorium Komputer SMK
7. Perpustakaan
f. Perkantoran
1. Gedung Mardhotillah, dengan ukuran 210 m2, terdiri dari Kantor Sekretariat Pesantren dan Bendaharan Pesantren.
2. Kantor Tata Usaha SMA berikut Kantor Kepala SMA
3. Kantor Tata Usaha SMP berikut Kantor Kepala SMP
4. Kantor Tata Usaha SMK berikut Kantor Kepala SMK
5. Kantor Bagian Pengajaran
6. Kantor Bagian Pengasuhan Putra
7. Kantor Bagian Pengasuhan Putri
8. Kantor Bagian Kesehatan
9. Kantor Bagian Olah Raga
g. Perumahan Guru
1. 1 unit 2 lantai, dengan ukuran 168 m2 untuk 2 keluarga.
2. 1 unit 3 lantai, dengan ukuran 252 m2 untuk 3 keluarga.
3. 2 unit 2 lantai, dengan ukuran 360 m2 untuk 8 keluarga.
4. 6 unit 1 lantai, dengan ukuran 504 m2 untuk 12 keluarga.
5. 4 unit 2/3 lantai, dengan ukuran 432 m2 untuk 9 keluarga.
6. 2 unit 2 lantai, dengan ukuran 336 m2 untuk asatidz bujang (Pria).
7. 1 unit 1 lantai, dengan ukuran 70 m2 untuk ustadzaat bujang (Wanita).
8. 3 unit 1 lantai, dengan ukuran 105 m2 untuk karyawan bujang.
h. Perkantoran Organisasi Siswa
1. Kantor OSIS Putra (Organisasi Santri Ikhwanush Shofwa)
2. Kantor OSIS Putri (Organisasi Santri Akhwatush Shofwa)
3. Kantor Koordinator Gerakan Pramuka
i. Fasilitas Olah Raga
1. 2 lapangan bola
2. 2 lapangan basket
3. 2 lapangan volly
4. 2 lapangan badminton
5. 1 lapangan Futsal
6. 5 table tenis meja
j. Dapur Umum
1. Dapur Asaatidz (Guru laki-laki) bujangan
2. Dapur Ustadzaat (Guru perempuan) bujangan
3. Dapur A Santriwan
4. Dapur B Santriwan
5. Dapur C Santriwati
k. Fasilitas Penunjang
1. Photo Copy dan Percetakan
2. Wartel Putra
3. Wartel Putri
4. Klinik
5. Tabungan La Tansa (Tabsanla) Putra
6. Tabungan La Tansa (Tabsanla) Putri
7. Koperasi Pesantren Putra
8. Koperasi Pesantren Putri
9. Kantin Putra
10. Kantin Putra
11. Warung Amal
12. Radio FM Suara La Tansa (107.75 MHz)
13. Studio Rekaman, Video Editing, dan Audio Video
14. Studio Band
15. Ruang keterampilan
16. Wisma La Tansa 2 lantai terdiri dari 6 lokal
17. Kolam renang anak-anak
l. Sarana Transportasi Pesantren
1. 7 kendaraan motor untuk mobilitas kerja tiap bagian
2. 2 kendaraan motor untuk mobilitas penyediaan logistik (dapur)
3. 1 kendaraan roda empat untuk mobilitas penyediaan logistik (dapur)
4. 2 kendaraan mini bus
5. 1 kendaraan roda empat
6. 1 truk angkutan ¾ untuk mobilitas pembangunan pesantren
m. Fasilitas Lain-lain
1. Panggung Auditorium
2. 1 buah Diesel pembangkit listrik
3. Sound System
4. 1 alat Fogging (Pengasapan)




Ayo Mondok ! Pesantrenku Keren

Ayo bergabung bersama kami dan menjadi bagian dari sebuah sajian informasi yang sangat penting di era digital saat ini, bagaimana pula hal ini akan membuat Pondok Pesantren Anda akan dikenal secara lebih luas oleh masyarakat publik internasional lewat sebuah informasi yang tersaji. Hal ini tentunya akan menjadi keuntungan / promosi tersendiri bagi pondok pesantren yang telah bergabung bersama kami.

© 2016-2018 PP. RMI NU & Team Ayo Mondok
Hak Cipta Dilindungi