AyoMondok

AYO MONDOK ! PESANTRENKU KEREN
PonPes Asyrofuddin

Cipicung Conggeang RT 12 RW 03 Conggeang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45391


  K. R. Ukun Muhammad Sholeh
   +62 821-2062-5426
  
   www.pesantrenkuasyrofuddin.wordpress.com

Profil

Pesantren Asyrofudin yang terletak di Desa Cipicung, Kecamatan Conggeang. Pesantren ini didirikan tahun 1846 oleh Hadratusyekh K. R. Asyrofuddin yang masih keturunan Pangeran Syamsuddin I dari Keraton Kasepuhan Cirebon.17 Pesantren ini didirikan bukan sebagai bagian dari proses penyebaran agama Islam, melainkan sebagai reaksi terhadap politik kolonial Belanda di Cirebon sekitar abad ke-18.

Dikisahkan dalam sebuah sumber, ketika Sultan Sepuh usianya telah uzur, ia memanggil Asyrofuddin untuk diserahi jabatan sebagai sultan menggantikan dirinya. Dalam pertemuan itu, Asyrofuddin bersedia memangku jabatan sebagai sultan dengan syarat orang Belanda tidak boleh mencampuri urusan pemerintahan di daerah Cirebon. Syarat yang diajukan oleh Asyrofuddin itu tidak bisa dipenuhi ayahnya karena terikat kontrak politik warisan sultan sebelumnya. Pertentangan itu mendorong terjadinya konflik antara ayah dan anaknya karena masing-masing pihak mempertahankan keinginannya. Konflik itu berakhir dengan diusirnya Asyrofuddin dari Cirebon dan ia meninggalkan kampung halamannya menuju Kampung Cikuleu di Ujung Jaya yaitu perbatasan antara Sumedang dan Majalengka.

Di Cikuleu, Asyrofuddin menyelenggarakan pengajian bagi penduduk setempat. Pengajian tersebut ternyata mendapat respons positif sehingga selalu banyak yang menghadiri. Dari waktu ke waktu, pengajian itu tidak hanya dihadiri oleh penduduk setempat, melainkan juga dihadiri oleh penduduk yang berasal dari luar kampung Cikuleu. Oleh karena itu, di sekitar masjid tempat Asyrofuddin menyelenggarakan pengajian, didirikanlah semacam pondok sebagai tempat tinggal mereka. Pengajian yang diselenggarakan oleh Asyrofuddin berbeda dengan pengajian pada umumnya karena yang diberikan bukan hanya masalah keagamaan, tetapi juga masalah politik dalam rangka menghadapi Belanda.20 Dalam perkembangan selanjutnya, pengajian yang diselenggarakan oleh Asyrofuddin itu berubah menjadi sebuah pesantren.

Keberadaan Pesantren Cikuleu akhirnya diketahui oleh Pangeran Aria Suria Kusuma Adinata atau Pangeran Sugih, Bupati Sumedang (1836-1882), tatkala sedang berkeliling di daerah tersebut. Setelah mengetahui keberadaan Pesantren Cikuleu, Pangeran Sugih mendekati Kyai Asyrofuddin bahkan memasukkan Aom Sadeli (putranya, kelak dikenal dengan nama Pangeran Mekah) ke pesantren tersebut. Tidak lama kemudian, Pangeran Sugih meminta Kyai Asyrofuddin untuk memindahkan pesantrennya ke daerah Cipicung yang terletak di daerah Conggeang. Kyai Asyrofuddin memenuhi permintaan tersebut dan pada 1846 secara resmi berdirilah sebuah pesantren di Cipicung dibawah pimpinan Kyai Asyrofuddin di atas tanah wakaf pemberian Pangeran Sugih seluas 3,5 hektare. Sementara itu, Pesantren Cikuleu diserahkan kepada putranya yang bernama K. R. H. Abdul Hamid. Akan tetapi, Pesantren Cikuleu ini tidak berkembang sepeninggalnya Kyai Abdul Hamid. Anaknya yang masih kecil dibawa oleh Kyai Asyrofuddin ke Pesantren Ardli Sela untuk dididik keagamaan. Meskipun tidak berkembang, di daerah bekas berdirinya kompleks Pesantren Cikuleu, masyarakat menamainya Jalan Pesantrean atau Blok Pesantren. Di Cipicung, Kyai Asyrofuddin berusaha membangun pesantrennya itu sehingga santri yang belajar kepada dirinya semakin banyak. Sikapnya kepada Belanda pun tidak berubah, seperti ia menanam karet di sekitar pesantren padahal pada waktu itu Pemerintah Hindia Belanda melarang rakyat untuk menanam karet. Pada 1874, Kyai Asyrofuddin meninggal dunia dan kedudukannya digantikan oleh cucunya, K. R. Mas’un (putera K. H. Abdul Hamid). Di bawah kepemimpinannya, Pesantren Cipicung semakin berkembang. Ketika bangsa Indonesia memasuki masa Perang Kemerdekaan, Pesantren Cipicung dijadikan tempat berkumpulnya para pejuang dan tempat pengungsian rakyat. Sepeninggal K. R. Mas’un tahun 1947, Pesantren Cipicung berada di bawah kepemimpinan K. R. Ukun Muhammad Sholeh. Sementara itu, penggunaan nama Asyrofuddin sebagai nama pesantren dimulai pada 1965 ketika pesantren berada di bawah kepemimpinan Kyai Bukhorie Ukasyah Mubarok. Sampai sekarang, Pesantren Asyrofuddin tetap eksis sebagai lembaga pendidikan di Kabupaten Sumedang.

Info Unggulan

Jenjang Pendidikan

  • Madrasah Diniyah Awaliyah
  • Raudlatul Athfal Asyrofuddin
  • Madrasah Tsanawiyah (MTs) Asyrofuddin
  • Madrasah Aliyah (MA) Asyrofuddin
  • SMK Ardli Sela (jurusan: Teknik Informatika)
  • Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Asyrofuddin
  • Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)
  • Pengajian umum kitab Mafahim Yajib Antusohah (oleh: Habib Miqdad Baharun)
  • Pengajian umum rutin di bulan Syawal, Dzulhijjah, Rabiul Awal, dan Rajab
  • Ekstrakurikuler

    Seni baca Al-Qur'an, marawis, baca kitab kuning, pidato, pramuka, komputer, bahasa asing, kaligrafi, silat, basket, voli, sepakbola.


    Fasilitas

    Fasilitas Pondok Pesantren : Masjid, asrama santri, kantor, asrama pengasuh, dapur, sekolahan, lapangan, koperasi santri, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, gudang, kamarmandi/wc, klinik kesehatan. Lembaga Pendidikan




    Ayo Mondok ! Pesantrenku Keren

    Ayo bergabung bersama kami dan menjadi bagian dari sebuah sajian informasi yang sangat penting di era digital saat ini, bagaimana pula hal ini akan membuat Pondok Pesantren Anda akan dikenal secara lebih luas oleh masyarakat publik internasional lewat sebuah informasi yang tersaji. Hal ini tentunya akan menjadi keuntungan / promosi tersendiri bagi pondok pesantren yang telah bergabung bersama kami.

    © 2016-2018 PP. RMI NU & Team Ayo Mondok
    Hak Cipta Dilindungi