AyoMondok

AYO MONDOK ! PESANTRENKU KEREN
PonPes Raudlatuth Tholibin Rembang

Jl. KH. Bisri Mustofa No 1-4 Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Indonesia 59217, Kab. Rembang, Jawa Tengah


   K.H Mustofa Bisri (Gus Mus)
   (0295) 693 210
  santriletehrembang@gmail.com
  

Profil

Pondok Pesantren (PP) Raudlatut Tholibin adalah satu di antara beberapa pesantren yang ada di Rembang. PP ini didirikan oleh KH Bisri Musthofa, ketika beliau menginjak usia relatif muda, sekitar 30 tahun ebelum mendirikan PP, Bisri “muda” telah melanglang Indonesia, mondok dari satu pesantren ke pesantren yang lain. Obsesinya untuk mendirikan PP setelah memiliki bekal ilmu agama yang cukup, dimotivasi oleh sebuah keinginan luhur yakni memberdayakan masyarakat setempat melalui pendidikan agama. Semboyan hidup yang selalu tertanam di sanubarinya ialah li i’lai kalimatillah. KH Bisri menikah dengan salah seorang putri pengasuh PP Lasem Rembang. Dalam usia 63 tahun KH Bisri wafat, sehingga tingkat estafet kepemimpinan diturunkan kepada putra tertua, yakni KH Cholil Bisri, dibantu KH Musthofa Bisri, seorang ulama sekaligus budayawan terkenal. Masyarakat dan Potensi Wilayah PP Raudlatut Tholibin berada di Desa Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Propinsi Jawa Tengah. Lokasi PP berada di antara rumah-rumah penduduk dan dekat dengan pusat pemerintahan kabupaten Rembang. Jumlah penduduk Desa Leteh kurang lebih 2.500 orang, terdiri atas 250 KK, dengan tingkat pendidikan yang cukup beragam. Keberadaan PP di tengah kota ini menambah semarak kehidupan beragama masyarakat. Lantunan shalawat yang mendayu-dayu dan bergemanya kalimat-kalimat Allah, menjadi tanda bahwa kota ini sarat dengan nilai-nilai religius.

Info Unggulan

TIK Pesantren 2014 di Ponpes Roudlotut Tholibin Rembang

workshop TIK Pesantren untuk menciptakan dakwah islamiyah melalui media internet dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar berlandaskan faham ahlu sunnah wal jama’ah.  Supaya tercipta kerukunan hidup berbangsa dan bernegara dalam kerangka NKRI.

Dan kali ini (09/03) workshop TIK Pesantren berlangsung di pondok pesantren Raudlatut Tholibin,  Leteh kabupaten Rembang. Pesantren yang diasuh oleh K.H Mustofa Bisri (Gus Mus) yang juga aktif bertausyiah melalui Twitter. Salah satu media informasi yang juga sangat popular di zaman ini.

Workshop yang dihadiri oleh sekitar 30 Pesantren di wilayah sekitar kabupaten Rembang. Mereka datang karena antusias terhadap penyebaran dakwah Ahlu Sunnah Wal Jama’ah di media Online atau Internet. Karena dalam workshop TIK Pesantren ini akan diajarkan tips-tips berdakwah melalui internet dan bagaimana memanfaatkan media internet untuk kehidupan sehari-hari.

Workshop yang diadakan atas kerjasama dari Majelis al-Muwasholah Bayna Ulama’il Muslimin dengan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur dengan dukungan dari Kominfo ini, memang banyak berpengaruh terhadap dakwah Islam kedepannya. Karena bagaimana pun dakwah tidak hanya dilakukan di dunia maya.

Masyarakat yang dalam zaman ini sudah banyak yang melek terhadap Teknologi dan tenggelam didalam kesibukan sehari-hari. Sehingga untuk mencari informasi tentang sumber hukum dan ajaran Islam yang benar sangat sulit. Ingin pergi kesuatu majelis Ta’lim kadang tidak memiliki waktu karena kesibukan.

Sehingga melalui media internet kali ini sangat mampu untuk membantu masyarakat dalam hal mencari informasi Islam agar tidak salah jalan dan salah mendapatkan hukum-hukum Islam yang tepat dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Jenjang Pendidikan


Berdiri pada tahun 1945, pasca masa pendudukan Jepang, pesantren ini semula lebih dikenal dengan nama Pesantren Rembang. Pada awal masa berdirinya menempati lokasi Jl. Mulyo no. 3 Rembang saja namun seiring dengan perkembangan waktu dan berkembangnya jumlah santri, pesantren ini mengalami perluasan sampai keadaan seperti sekarang. Tanah yang semula menjadi lokasi pesantren ini adalah tanah milik H. Zaenal Mustofa, ayah dari KH. Bisri Mustofa pendiri Pesantren Rembang. Kegiatan belajar mengajar sempat terhenti beberapa waktu akibat ketidakstabilan kondisi waktu itu yang mengharuskan KH. Bisri Mustofa harus mengungsi dan berpindah-pindah tempat sampai tahun 1949.

Pesantren ini oleh banyak orang disebut-sebut sebagai kelanjutan dari Pesantren Kasingan yang bubar akibat pendudukan Jepang pada tahun 1943. Pesantren Kasingan pada masa hidup KH. Cholil Kasingan adalah pesantren yang memiliki jumlah santri ratusan orang dan terkenal sebagai pesantren tahassus ‘ilmu ’alat. Santri-santri dari berbagai daerah belajar di sini untuk menuntut ilmu-ilmu alat sebagai ilmu yang dijadikan keahlian khusus macam nahwu (sintaksis Arab), shorof (morfologi Arab), balaghoh (stilistika).
Atas usul beberapa santri senior dan mengingat kondisi pada waktu itu pada tahun 1955, Pesantren Rembang diberi nama Raudlatuth Tholibin dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan nama Taman Pelajar Islam. Motto pesantren ini adalah ta’allama al-‘ilm wa ‘allamahu al-naas (kurang lebih berarti: mempelajari ilmu dan mengajarkannya pada masyarakat).


Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan di PP Raudlatut Tholibin meliputi: komputer, menjahit, pertukangan, olahraga dan pengelasan. Kegiatan penunjang utama santri, khususnya santri putra, adalah sepak bola dengan peserta siapa saja yang berminat. PP ini mempunyai tim kesebelasan yang permanen dan sering bermain bersama dengan kesebelasan lain di Rembang. Tim kesebelasan PP bekerjasama dengan persatuan sepak bola Krida milik Pemerintah Daerah Kabupaten Rembang. Di PP ini juga tersedia berbagai fasilitas olah raga seperti bulu tangkis dan tenis meja

Fasilitas

Untuk menunjang kelancaran proses pen¬didikan, PP Raudlatut Tholibin memiliki sarana dan prasarana yang terdiri dari: 5 ruang belajar/ mengaji, 2 ruang pimpinan pondok, 1 ruang pimpinan madrasah, 1 ruang ustadz/guru, 2 ruang administrasi, 1 ruang perpustakaan, 7 ruang per¬temuan, 3 lapangan olahraga, 3 unit peralatan olahraga, 4 masjid, 1 ruang BP3, 45 asrama putra, 26 asrama putri, 2 unit rumah pengasuh, 22 unit kamar mandi/WC, 8 unit kom¬puter, 1 unit mesin jahit, dan beberapa peralatan pertukangan. Dari 8 komputer yang ada, lima di antara¬nya berasal dari Menteri Agama KH Tholhah Hasan.



Ayo Mondok ! Pesantrenku Keren

Ayo bergabung bersama kami dan menjadi bagian dari sebuah sajian informasi yang sangat penting di era digital saat ini, bagaimana pula hal ini akan membuat Pondok Pesantren Anda akan dikenal secara lebih luas oleh masyarakat publik internasional lewat sebuah informasi yang tersaji. Hal ini tentunya akan menjadi keuntungan / promosi tersendiri bagi pondok pesantren yang telah bergabung bersama kami.

© 2016-2018 PP. RMI NU & Team Ayo Mondok
Hak Cipta Dilindungi