AyoMondok

AYO MONDOK ! PESANTRENKU KEREN
PonPes Al-Muayyad

Jl. KH. Samanhudi No.64, Purwosari, Laweyan, Kota Surakarta, Kota Surakarta, Jawa Tengah


  
  +62 271 714821
  
   www.almuayyad.org

Profil

Al-Muayyad merupakan pondok pesantren Al-Quran, yang dirintis tahun 1930 olen K.H. Abdul Mannan bersama K.H. Ahmad Shofawi dan Prof. K.H. Moh Adnan dan ditata sistemnya ke arah sistem madrasah tahun 1937 oleh KH. Ahmad Umar Abdul Mannan. Pembelajaran Al-Quran itu kemudian sistem madrasah dilengkapi dengan Madrasah Diniyyah (1939), MTs dan SMP (1970), MA (1974), dan SMA (1992) dalam lingkungan pondok pesantren.

Pesantren ini berlokasi di kota Surakarta yang merupakan sentra perdagangan batik dan produk tekstil lainnya, pendidikan, budaya Jawa, tempat kelahiran tokoh-tokoh dan organisasi-organisasi pergerakan nasional. Secara geografis merupakan kawasan perlintasan antarkota penting di Jawa. Sejarah modernnya dimulai sejak perpindahan Kraton Kartasura ke desa Sala yang kemudian menjadi Surakarta pada tahun 1745.

Info Unggulan

Belajar Membaca Perubahan Zaman

Pesantren Mahasiswa Al-Muayyad Cabang Windan menggelar Kelas Analisis Sosial (Ansos). Kegiatan inti untuk memberikan bekal kemampuan membaca realitas sosial dan tanda perubahan zaman yang ada di masyarakat.

Bertempat di aula pondok, pelatihan Ansos tersebut  berkat kerja sama Yayasan Bina Desa dan Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Muayyad Cabang Windan tersebut menghadirkan Fajar Sudarwo dari Institute for Research and Empowerment (IRE Yogyakarta) sebagai narasumber utama, Jumat (29/1).

Pengasuh pondok, KH. M. Dian Nafi’, mengemukakan alasan dilaksanakannya kelas ini yaitu untuk membaca tanda-tanda perubahan zaman yang merupakan pilar keempat Islam yang seharusnya dimiliki setiap muslim.

“Sebab, tanpa itu, umat Islam dapat terjebak pada kejumudan,” tegasnya.

Salah satu materi, Farjar Sudarwo, mengemukakan tentang pentingnya ihwal kesadaran. Menurutnya, kesadaran terbagi menjadi tiga jenis, antara lain kesadaran magis, naif, dan kritis.

“Ketika seseorang sudah memiliki kesadaran kritis, ia akan berusaha untuk melakukan perubahan pada aspek sistem. Pada tingkatan ini, orang tersebut dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat melalui advokasi ataupun cara-cara yang transformatif,” jelasnya.

Jenjang Pendidikan

  • SMP, MA dan SMA masuk pagi sampai siang, dilanjutkan pelajaran Madrasah Diniyah sampai sore.
  • Waktu habis 'Ashar dijatahkan untuk pengembangan bakat dan minat.
  • Mengaji Al-Quran dijadwalkan habis Maghrib dan Subuh.
  • Tersedia bimbingan intensif dalam jadwal mingguan, bulanan dan tahunan untuk school event, haflah, halaqah, ziarah, lomba, program Ramadlan, peningkatan bahasa asing (Arab, Inggris dan Jepang), dan berbagai pelatihan.
  • Pembelajaran melalui sistem kelas, penugasan berjenjang, dan multisensori dengan pendukung multimedia berupa toko koppontren, laboratorium komputer, ruang audio visual, dan bengkel otomotif yang kesemuanya representatif untuk pengembangan diri.
  • Ekstrakurikuler

    Program Ekstra Kurikuler

    1. Wajib
      • Pidato dalam tiga bahasa ( Arab, Inggris, Indonesia )
      • Pramuka
      • Micro Teaching ( kelas VI )
      • Keputrian
    1. Pilihan
      • Kesenian ( Seni Musik, Seni Lukis, Seni Peran, Kaligrafi, Elektronika, Marching Band )
      • Olahraga ( Sepak Bola, Voli, Sepak Takraw, Basket, Badminton, Tennis Meja, Karateka, Pencak Silat )

    Fasilitas

    Fasilitas di pondok pesantren Muayyad meliputi : Masjid, Pemondokan santri putra dan putri yang terpisah, gedung sekolah, kantor, koperasi, bengkel.



    Ayo Mondok ! Pesantrenku Keren

    Ayo bergabung bersama kami dan menjadi bagian dari sebuah sajian informasi yang sangat penting di era digital saat ini, bagaimana pula hal ini akan membuat Pondok Pesantren Anda akan dikenal secara lebih luas oleh masyarakat publik internasional lewat sebuah informasi yang tersaji. Hal ini tentunya akan menjadi keuntungan / promosi tersendiri bagi pondok pesantren yang telah bergabung bersama kami.

    © 2016-2018 PP. RMI NU & Team Ayo Mondok
    Hak Cipta Dilindungi