AyoMondok

AYO MONDOK ! PESANTRENKU KEREN
PonPes Lirboyo

Jl. KH. Abdul Karim RT. 02 / RW. 01, Lirboyo, Mojoroto, Jawa Timur, Indonesia, Kab. Kediri, Jawa Timur


   KH. M. Anwar Manshur
  +62 354 773608
   kontak@tebuireng.org
   www.lirboyo.net

Profil

Lirboyo, adalah nama sebuah desa yang digunakan oleh KH Abdul Karim menjadi nama Pondok Pesantren. Terletak di barat Sungai Brantas, di lembah gunung Willis, Kota Kediri. Awal mula berdiri Pondok Pesantren Lirboyo berkaitan erat dengan kepindahan dan menetapnya KH Abdul Karim ke desa Lirboyo tahun 1910 M.

Pondok Pesantren Lirboyo berkembang menjadi pusat studi Islam sejak puluhan tahun sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan dalam peristiwa-peristiwa kemerdekaan, Pondok Pesantren Lirboyo ikut berperan dalam pergerakan perjuangan dengan mengirimkan santri-santrinya ke medan perang seperti peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Sebagai Pusat pendidikan Islam, Pondok Pesantren Lirboyo mencetak generasi bangsa yang cerdas ruhaniyah, juga smart-intelektual, mumpuni dalam keberagaman bidang, juga keberagamaan Islam yang otentik. Pondok Pesantren Lirboyo memadukan antara tradisi yang mampu mengisi kemodernitasan dan terbukti telah melahirkan banyak tokoh-tokoh yang saleh keagamaan, sekaligus saleh sosial

Info Unggulan

Menteri PDT Ajak Santri Berperan Entaskan Kemiskinan

Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini
mengajak para santri untuk berperan serta dalam upaya pengentasan
kemiskinan di Indonesia. Nantinya, kontribusi para santri terhadap
pengentasan kemiskinan ini akan diimplementasikan lewat program santri
mengabdi.

"Tentu para santri sudah paham bahwa kemiskinan itu lebih dekat kepada
kekufuran. Karena itu, saya mengajak para santri turut dalam upaya
pengantasan kemiskinan di Indonesia," tegas Helmy saat menghadiri
peringatan satu abad Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Helmy menjelaskan, dalam program santri mengabdi itu, pihaknya akan
bekerjasama dengan pesantren untuk mengirimkan santrinya di
daerah-daerah tertinggal. "Santri yang akan lulus dari pesantren
diminta untuk magang dan mengabdi kepada masyarakat dengan menjadi
pendamping pemberdayaan ekonomi," tandasnya.

Helmy menambahkan, selama ini program magang santri Lirboyo sudah ada
setiap tahunnya, namun lingkupnya masih di sekitar pesantren di
Kediri. Dengan kerjasama yang dibangun Kementerian PDT dan
Depnakertrans dengan Pesantren Lirboyo, nantinya santri-santri Lirboyo
ini akan dikirim ke daerah-daerah tertinggal yang tersebar di seluruh
nusantara.

"Jadi santri di zaman modern ini harus multifungsi, selain bisa
berdakwah juga harus menjadi penggerak ekonomi mikro masyarakat,"
ujarnya.

Para ulama pada zaman dulu, kata Helmy, sudah berjuang keras untuk
memperkuat perkeonomian masyarakat. Terbukti dengan berdirinya
Nahdlatut Tujjar (kebangkitan pedagang), yang menjadi cikal bakal
berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).

"Ini tugas para santri untuk meneruskan cita-cita ulama dalam
pengentasan kemiskinan di Indonesia," tukasnya.

Helmy memandang pentingya urgensi dakwah para santri di daerah
tertinggal. Sebab, selain penguatan keagamaan di daerah tertinggal,
santri juga bisa memberikan pendampingan dalam berbagai masalah yang
dihadapi  masyarakat tertinggal.

"Santri harus keluar dari sarang dan berperan aktif untuk pembangunan
bangsa di masa depan," pungkasnya.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Lirboyo KH Idris Marzuki menyatakan,
Pesantren Lirboyo yang sudah berusia satu abad sudah banyak pengalaman
yang dialaminya. Namun, Pesantren Lirboyo masih mampu menjadi penjaga
dalam moralitas bangsa.

"Alhamdulillah selama itu Lirboyo tidak pernah surut dalam upaya
membangun bangsa," katanya.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Syura PKB, yang juga Ketua
Alumni Lirboyo KH Aziz Mansyur, Rektor Al-Ahqaf University of
Yaman,Prof Abdullah Muhammad Baharun, KH Imam Yahya Mahrus dan KH
Kafabihi Mahrus.

Himpunan Alumni Santri Lirboyo


Pesantren adalah lembaga yang sangat efektif untuk mengembangkan dan mempertahankan ajaran Ahli Sunah wal Jama’ah, sekaligus men’cetak’ ulama-ulamanya. Oleh karena itu pondok pesantren harus ditumbuh kembangkan dan diangkat, baik kualitas maupun kwantitasnya. Untuk tercapainya tujuan tersebut, sangat erat kaitannya kepada ulama pondok pesantren yang selalu bersatu padu memperkokoh tali silaturrahim, banyak bermusyawarah, saling tolong menolong, bantu membantu, baik yang bersifat pribadi maupun organisasi yang dibentuk para alumninya. Dan berdasarkan pemikiran ini, para alumni Pondok Pesantren Lirboyo, dengan penuh kesadaran dan tawakkal membentuk organisasi dengan nama HIMASAL, singkatan dari Himpunan Alumni Santri Lirboyo.

HIMASAL lahir di Lirboyo pada tanggal 26 Syawal 1416 H. bertepatan dengan tanggal 15 Maret 1996 M. Organisasi ini bersifat kekeluargaan dan beraqidah Islam menurut faham Ahli Sunnah wal Jama’ah serta mengikuti salah satu madzhab empat: Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali yang beranggotakan setiap santri yang pernah belajar di Pondok Pesantren Lirboyo dan menyetujui azas-azas, aqidah tujuan dan sanggup melaksanakan semua keputusan organisasi. Kepengurusannya terdiri dari Dewan Pembina, Dewan Penasehat dan Dewan Pimpinan. Sedang tingkat kepengurusan organisasi yang berazaskan Pancasila ini terbagi menjadi tiga macam: Kepengurusan Pusat, disingkat dengan PP, Pengurus Wilayah (tingkat provinsi) disingkat PW dan Pengurus Cabang (tingkat Kabupaten/ Kotamadya/ Kota disingkat PC. Untuk permusyawaratannya, terbagi menjadi empat: Musyawarah Nasional (MUNAS), Musyawarah Besar (MUBES), Musyawarah Wilayah (MUSWIL) dan Musyawarah Cabang (MUSCAB). Keuangan organisasi yang berpusat di Pondok Pesantren Lirboyo ini, bersumber dari sumbangan yang tidak mengikat dan usahan-usaha halal lainnya.

Semenjak terbentuk, HIMASAL telah menggelar MUNAS tiga kali. Pertama pada tanggal 17-19 Juli 2001, kedua digelar serangkai dengan peringatan Satu Abad Lirboyo pada 17 Juli 2010, dan ketiga pada 26 Mei 2015.

Jenjang Pendidikan

Teknis pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo menerapkan 2 sistem pendidikan yang berjalan berdampingan dan padu;

Classical (madrasah/ sekolah) diterapkan sebagai pembelajaran wajib yang disesuai dengan kemampuan masing-masing santri dalam menyerap dan memahami keilmuan yang diberikan.

Bersifat wajib bagi santri-santri dengan mata pelajaran yang telah dibakukan sebagai tingkatan-tingakatan pembelajaran. Di mulai pada pertengahan bulan Syawal sampai pada akhir bulan Rajab di setiap tahunnya. Dengan masa libur 2 kali dalam 1 tahun yakni 10 hari pada bulan Maulid dan 30 hari di bulan Ramadlan.

Tradisional (Pengajian Kitab) berupa pengajian bandongan, sorogan, diskusi/ musyawarah pendalaman masalah teks keagamaan dan bahtsul masail dengan kupas problema keagamanan terkini.

Pengajian Kitab sangat dianjurkan sebagai bekal tambahan keilmuan santri. Berlangsung sepanjang tahun di setiap tahunnya dan pada bulan Ramadlan Pesantren Lirboyo selalu mengadakan Pengajian Kilatan.

Ekstrakurikuler

Tilawatil Qur’an
Shalawat Barzanji
Shalawat Rebana
Tahlil/Istighotsah
Manaqib
Khithobah/Pidato
Kaligrafi
Silat
Nasyid
Bimbingan Bahasa Arab
Bimbingan Bahasa Inggris

Fasilitas

Adapun fasilitas yang dimiliki pesantren Lirboyo : masjid, pemondokan putra dan putri terpisah , madrasah, aula, koprasi, unit kesehatan, lapangan serbaguna , laundri, rumah pengasuh.




Ayo Mondok ! Pesantrenku Keren

Ayo bergabung bersama kami dan menjadi bagian dari sebuah sajian informasi yang sangat penting di era digital saat ini, bagaimana pula hal ini akan membuat Pondok Pesantren Anda akan dikenal secara lebih luas oleh masyarakat publik internasional lewat sebuah informasi yang tersaji. Hal ini tentunya akan menjadi keuntungan / promosi tersendiri bagi pondok pesantren yang telah bergabung bersama kami.

© 2016-2018 PP. RMI NU & Team Ayo Mondok
Hak Cipta Dilindungi