AyoMondok

AYO MONDOK ! PESANTRENKU KEREN
PonPes Darul Lughoh Wadda`wah

Jl. Raya Raci, Raci Bangil, Pasuruan, Kab. Pasuruan, Jawa Timur


  
   +62 343 745318
  administrasi@pp-dalwa.org
   www.pp-dalwa.org/id

Profile

Sebelumnya karuhun sempat menuliskan salah satu pesanten moderen dari Jawa Barat, yaitu Pesantren Modern Ummul Quro Bogor. Kali ini pun pembahasannya masih tentang pesantren yang berasal dari Bangil Pasuruan.

Berawal dari keyakinan kuat sang pendiri, Abuya Habib Hasan Baharun kepada bahasa Arab sebagai ibu bahasa Islam dan Dakwah sebagai nadi yang menghidupkan syi'ar Islam, Pondok pesantren Darulughah Wadda'wah lahir sebagai jawaban kebutuhan masyarakat akan pesantren ideal. Dengan usia tak lebih dari 35 tahun, pesantren ini telah menjelma menjadi lebaga pendidikan dengan kemajuan pesat dalam segala lini pendidikan dari awal berdiri pada tahun 1981 baik dalam segi kurikulum, metode pengajaran, jumlah santri maupun kondisi saran serta infrastruktur pendidikan.

Berbicara tentang Darullugah yang terus berkembang mengharum, tidak lepas dari peran besar pendirinya dalam membangun dasar yang kuat sebagai pesantren modern yang sangat lekat dengan manhaj salafnya. Beliau adalah Habib Hasan bin Ahmad Baharun, ayahanda dari mudirul ma'had Darulugah saat ini, habib Zain bin Hasan Baharun. Habib Hasan lahir di Sumenep, 11 Juni 1934 sebagai putra pertama dari empat bersaudara. Orang tua beliau, Al Habib Ahmad bin Husein dan Ibunda Fatmah binti Ahmad Bachabazy, berjasa besar dalam membentuk karakter dan kepribadian luhur sehingga beliau tumbuh sebagai figur yang berakhlak dan memiliki sifat terpuji. Pendidikan agama selain diperoleh dari bimbingan orang tua, juga beliau dapatkan dari Madrasah Makarimul Akhlaq, Sumenep, dan dari kakek beliau dari pihak ibu yang dikenal sebagai ulama besar dan disegani di Kabupaten Sumenep yaitu Ustadz Achmad bin Muhammad Bachabazy. Beliau sering diajak untuk mendampingi dalam berbagai undangan dakwah. Sepeninggal kakek beliau, dilanjutkan dengan belajar ilmu agama dari Ustadz Usman bin Ahmad Bachabazy, paman beliau. Sewaktu menetap di Surabaya, beliau menjadi murid kesayangan seorang ulama yang faqih (ahli fikih), Habib Umar Baagil. Kepada guru inilah beliau banyak memperdalam ilmu fikih.

Semasa remaja beliau senang berorganisasi, baik remja masjid ataupun organisasi lainnya, seperti Persatuan Pelajar Islam (PII), bahkan beliau pernah diutus untuk mengikuti Muktamar I PII seluruh Indonesia yang diselenggarakan di Semarang. Pernah menjabat ketua Pandu Fatah Al Islam di Sumenep. Beliau aktif pula di partai politik yaitu Partai NU (Nahdlatul Ulama) dan menjadi juru kampanye yang dikenal berani dan tegas menyampaikan kebenaran. Dan di Pasuruan menjabat sebagai Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) sampai akhir hayat beliau.

Pada tahun 1966 beliau merantau ke Pontianak, Kalimantan Barat. Satu hal unik yang beliau lakukan semasa berdakwah di Pontianak adalah, beliau senantiasa membawa seperangkat peralatan pengeras suara. Beliau juga membawa satir/tabir sebagai kain pemisah untuk mendhindari terjadinya "ikhtilat" (percampuran) antara laki-laki dan perempuan. Beliau berkeyakinan, jika di tempat tersebut terjadi perbuatan maksiat atau dosa, sudah tentu beliau turut berdosa, sudah tentu beliau turut berdosa. Alasan lainnya adalah hal tersebut akan menghalangi masuknya hidayah Allah Subhanahu wa ta'ala, sedangkan pahala dakwah itu sendiri belum tentu diterima Allah.

Saat beliau aktif di partai politik yaitu Partai NU dan menjadi juru kampanye, karena keberanian dan ketegasan beliau dalam menyampaikan kebenaran, beliau sempat diperiksa dan ditahan oleh pemerintahan order baru yang sedang berkuasa saat itu. Namun masyarakat yang mengetahui hal itu mengultimatum akan melakukan demonstrasi besar-besaran apabila beliau tidak seger dikeluarkan, kemudian atas bantuan paman belialuah akhirnya pemerintah membebaskan dari tahanan.

Kini Darulughah Wadda'wah dikenal sebagai salah satu pesantren terpandang dan mendpat amanah untuk mendidik 4000 santri dari segala penjuru Nusantara. Pasca wafatnya Muassis, pesanten diasuh keluarga dengan Habib Zain Hasan sebagai mudirul ma'had dibantu sang adik Habib Segaf Baharun yang mengasuh pesantren purtri dan Habib Ali Hasan Baharun bertanggung jawab pada pesantren Darullugah Wadda'wah II sebagai wadah bagi santri usia remaja.

Info Unggulan

Jenjang Pendidikan

Lembaga-Lembaga Pendidikan
PROGRAM PENDIDIKAN
Diniyah / Pondok
- I’dadiyah (Persiapan)
- Madrasah Ibtidaiyah (ula)

- Madrasah Stanawiyah (wustho)

- Madrasah Aliyah (ulya)

- Program Takhassus

- Kursus-kursus

Kurikulum Depag / Diknas

- MI. Dalwa (Terakreditasi A)

-         MTs. Dalwa (Terakreditasi B)

- MA. Dalwa (BHS dan IPS) (Terakreditasi A)

Perguruan Tinggi / INI Dalwa

Fakultas Tarbiyah

- Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI)

- Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA)

- Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI)



Fakultas Syari’ah

- Jurusan Ahwal Syahkshiyyah (AS)

- Jurusan Ekonomi Syari’ah (ES)



Fakultas Dakwah

- Jurusan bimbingan dan konseling Islam (BKI)

- Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)



Fakultas Adab

- Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)



Program Pasca Sarjana

- Pendidikan Bahasa Arab (PBA)

-   Manajemen Pendidikan Islam (MPI)

Ekstrakurikuler

Kegiatan olah raga dan senam pagi dari jam 06.00 hingga 06.30 BBWI, kegiatan belajar tambahan (Halaqah Hadramiyyah) setelah shalat subuh jam 05.00 hingga 06.00 dan setelah shalat Maghrib jam 18.30 s/d 19.30 serta latihan pidato Bahasa Arab dan Bahasa Inggris setiap malam Senin setelah shalat Isya (wajib untuk setiap santri, mulai dari kelas IV Ibtida'iyah ke atas). Ditambah lagi program tahfidz qur'an, tahfidz mutun, bahtsul masail fiqhiyyah, munaqosyah nahwiyyah, dan banyak program pengembangan lain dengan orientasi peningkatan kualitas santri.

Fasilitas

Masjid, asrama putra dan putri terpisah jauh, koprasi, kantin, dapur, gudang, mck, lapangan, tempat teduh, parkir mobil dan motor, madrasah, lab komputer, perpustakaan.




Ayo Mondok ! Pesantrenku Keren

Ayo bergabung bersama kami dan menjadi bagian dari sebuah sajian informasi yang sangat penting di era digital saat ini, bagaimana pula hal ini akan membuat Pondok Pesantren Anda akan dikenal secara lebih luas oleh masyarakat publik internasional lewat sebuah informasi yang tersaji. Hal ini tentunya akan menjadi keuntungan / promosi tersendiri bagi pondok pesantren yang telah bergabung bersama kami.

© 2016-2018 PP. RMI NU & Team Ayo Mondok
Hak Cipta Dilindungi