AyoMondok

AYO MONDOK ! PESANTRENKU KEREN
PonPes Salafiyah Syafi'iyah

Sukorejo, Sumberejo, Banyuputih, Situbondo, Kab. Situbondo, Jawa Timur


   KHR. Achmad Fawaid As'ad
   +62 338 452666
  sukorejo1908@gmail.com.
   www.sukorejo.com

Profile

Pesantren yang berdiri di Sukorejo ini, pada awalnya adalah sebuah hutan lebat. Setelah mendapat saran dari Habib Musawa dan Kiai Asadullah dari Semarang, Kiai Syamsul Arifin, sebagai pendiri pondok, segera membabat hutan lebat tersebut sekitar tahun 1908 untuk mendirikan pesantren. Dipilihnya hutan yang banyak dihuni binatang buas tersebut, berdasarkan hasil istikharah . Kini pesantren tersebut telah menjadi agen pembangunan bagi masyarakat sekitarnya. Sosoknya tidak seperti œmenara gadingâ, tetapi justru terbuka dan menyatu dengan masyarakat sekitarnya. Tak heran, kalau masyarakat Situbondo merasakan manfaat atas kehadiran pondok pesantren ini.

PP Pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah Sukorejo berlokasi di desa Sukorejo Kecamatan Banyuputih didirikan tahun 1914 oleh Kiai Syamsul Arifin. Pondok pesantren ini menempati areal seluas 11,9 ha. Ciri khas pondok ini adalah perpaduan antara sistem salaf dan modern. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah sudah sangat berkembang dengan jumlah santri mencapai kurang lebih 15000.

Para santri berasal dari seluruh Indonesia dan juga terdapat santri dari Singapura, Malasyia, dan Brunei Darussalam. Lembaga pendidikan yang dikembangkan di pesantren ini mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Saat ini pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah di asuh oleh KHR. ACHMAD FAWAID AS’AD

Info Unggulan

Menteri BUMN Resmikan SMK Bidang Pergulaan Di Pesantren Sukorejo Situbondo

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo siap mencetak tenaga terampil di bidang pergulaan, ini juga sekaligus mendukung tekad pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula tahun 2019. Karenanya pesantren yang diasuh KHR Ahmad Azaim Ibrahimy ini medirikan SMK Program Pergulaan yang baru saja diresmikan Menteri BUMN.

Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ibrahimy di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo, dengan salah satu program keahlian bidang pergulaan.

“Sekolah seperti ini sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan karyawan yang andal di pabrik gula,” kata Rini kepada wartawan seusai meresmikan sekolah di pesantren yang diasuh KHR Achmad Azaim Ibrahimy ini, Kamis (22/10/2015).

Ia menjelaskan, sekolah ini akan mencetak murid yang umumnya santri yang mengerti industri gula sehingga mendukung tekad pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula pada 2019.

SMK ini bisa ditingkatkan lagi menjadi akademi sehingga menghasilkan tenaga-tenaga teknis yang lebih mumpuni di bidang pergulaan, sambung Rini.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah KHR Achmad Azaim Ibrahimy mengatakan pesantren dengan masyarakat tidak bisa dipisahkan dan inilah yang mendasari pendirian sekolah kejuruan yang salah satu program keahliannya pergulaan ini.

“Kami menampung aspirasi masyarakat yang menitipkan anaknya di pesantren ini. Wali santri di sini banyak yang pemilik lahan tebu. Karena itu anak-anak mereka perlu mendapatkan pendidikan yang baik mengenai pertanian dan gula,” kata Kyai Azaim.

Ia menjelaskan pola pendidikan di lembaga itu adalah 50 persen berbanding 50 persen untuk pendidikan agama dan pendidikan bidang lainnya, termasuk pendidikan mengenai pergulaan.

“Kami ingin mencetak santri yang berakhlak baik sekaligus memiliki pengetahuan mumpuni mengenai pertanian, khususnya tebu,” katanya.

Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo juga telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan pabrik gula untuk pengembangan program keahlian pergulaan tersebut. Bahkan PG Asembagus berjanji akan merekrut 10 hingga 20 siswa lulusan terbaik sekolah itu.

SMK Gula Situbondo Didukung Kurikulum PTPN XI

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI akan berkontribusi dalam pembentukan sumber daya manusia (SDM) industri gula nasional melalui pembuatan kurikulum belajar tenaga terampil pergulaan untuk SMK Gula Ibrahimy 2 Sukorejo, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’yah Situbondo, Jawa Timur (Jatim).

Direktur Utama PTPN XI Dolly Parlagutan Pulungan mengatakan SMK Gula Situbondo yang diinisiasi oleh Ponpes Sukorejo itu akan didukung oleh perseroan mengingat pabrik gula yang dimiliki masih sangat membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang pergulaan. “Kami memberikan support berupa fasilitas praktek, penyusunan kurikulum dan pengajaran,” katanya seusai Peresmian SMK Gula Sukorejo, Kamis (22/10/2015).

Dia mengatakan, di Situdondo ada empat pabrik gula (PG) dan satu pabrik gula lain ada di Bondowoso, yang memerlukan tenaga terampil dan siap pakai. Diharapkan, lanjutnya, kebutuhan tenaga kerja tersebut mampu dipenuhi oleh SMK Gula Sukorejo.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Rini Soemarno yang hari itu singgah berkunjung ke Situbondo menuturkan bahwa kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor pergulaan secara nasional masih sangat kurang. Untuk itu, diharapkan pelajar SMK tersebut nantinya ke depan juga bisa melanjutkan ke akademi yang lebih tinggi.

“Kita ini butuh talenta handal dan mengerti tentang pergulaan. Memang sudah ada sekolah kejuruan gula, tapi hanya beberapa daerah dan di Situbondo baru ada,” ujarnya.

Jenjang Pendidikan

Ketika itu proses belajar mengajar baru bisa dilaksanakan melalui sistem sorogan dan bandongan, hingga kemudian Kiai As’ad yang menggantikan Kiai Syamsul Arifin setelah beliau wafat pada tahun 1951, sistem belajar mengajar dan pendidikan mulai dikembangkan ke sistem klasikal dengan didirikannya berbagai lembaga pendidikan, seperti Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, SD, SLTP, SLTA sampai perguruan tinggi.

Dalam upaya mewujudkan pendidikan modern sesuai kebutuhan zaman, berbagai lembaga pendidikan kejuruan dan keahlian pun didirikan, seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Lembaga Kader Ahli Fiqh Ma’had Aly dan Madrasatul Qur’an sebagai lembaga kajian dan pendalaman ilmu-ilmu Al Qur’an. Termasuk lembaga ekonomi Koperasi. Lembaga-lembaga informal seperti kursus dan pelatihan juga turut mewarnai perkembangannya.

Ekstrakurikuler

Seni baca Al Qur’an, kajian kitab kuning, pramuka, silat, PMR, Kaligrafi, praktek mengajar, bahtsul masa’il diniyah, mading (majalah dinding), training khitobah, Jum’at bersih, olahraga, bimbingan pelajaran umum, kursus komputer, menjahit dan lain-lain

Fasilitas

Fasilitas Pondok Pesantren : Masjid, asrama santri, kantor, asrama pengasuh, dapur, gedung sekolah, lapangan, koperasi santri, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, gudang, kamar mandi/wc, klinik kesehatan.




Ayo Mondok ! Pesantrenku Keren

Ayo bergabung bersama kami dan menjadi bagian dari sebuah sajian informasi yang sangat penting di era digital saat ini, bagaimana pula hal ini akan membuat Pondok Pesantren Anda akan dikenal secara lebih luas oleh masyarakat publik internasional lewat sebuah informasi yang tersaji. Hal ini tentunya akan menjadi keuntungan / promosi tersendiri bagi pondok pesantren yang telah bergabung bersama kami.

© 2016-2018 PP. RMI NU & Team Ayo Mondok
Hak Cipta Dilindungi