AyoMondok

AYO MONDOK ! PESANTRENKU KEREN
PonPes Al Urwatul Wutsqo Jombang

Bulurejo, Diwek, Jombang, Jawa Timur, Indonesia, Kab. Jombang, Jawa Timur


  
   +62 321 868644
 
  

Profile

Pondok pesantren al-Urwatul Wustqo bermula dari sebuah aktifitas pengajian al-Quran diselenggarakan di sebuah bangunan musholla pada tahun 1946, satu tahun setelah indonesia merdeka, didirikan oleh KH.M. Ya’qub Husein, berlokasi di desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Propinsi Jawa Timur. Sejarah berdirinya Pondok Pesantren al-Urwatul Wutsqo tidak terlepas dari figur KH.M.Ya’qub Husein selaku pendirinya. KH.M. Ya’qub Husein, masa kecilnya bernama Soedjono berasal dari golongan keluarga “abangan,” awam dalam hal agama Islam, hidup di tengah masyarakat Indonesia sebagaimana pada umumnya pada periode tahun itu, yaitu Islam adat. Indikasi tradisional Islam adat di periode ini antara lain mengadakan selamatan menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan acara megengan, menyambut datangnya lailatul qodar dengan maleman, dan berhariraya dengan acara riyayan/ syawalan/ bawalan, walaupun banyak anggota masyarakat yang merayakan ini tidak menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Hal ini dikarenakan dakwah para wali dan ulama baru pada tahap itu. Soedjono yang selanjutnya menjadi KH.M. Ya’qub Husein, menamatkan sekolah dasar yang saat itu bernama Sekolah Rakyat (SR) di desa Blimbing Kecamatan Gudo, berjarak tempuh sekitar 5 km arah selatan desa Bulurejo, dengan perjalanan kaki setiap hari. Beliau melanjutkan menimba ilmu agama Islam, bermukim di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang di bawah asuhan KH. Hasyim Asyari, pendiri Jamiyah Nahdlatul Ulama (NU), sebuah organisasi kemasyarakatan terbesar diIndonesia, kakek dari KH. Abdurrahman Wahid, kyai yang menjadiPresidenRIkelima. Pesantren Tebuireng berjarak 3 km arah barat dari desa Bulurejo. Soedjono yang berganti nama Muhammad Ya’qub bin Husein, tinggal di pesantren itu sampai dewasa dan menjadi mantri guru (Kepala Sekolah). Setelah senior dalam menimba ilmu, dan kondisi kesehatannya yang sering sakit-sakitan maka beliau “boyong” pulang dan kemudian mendirikan Musholla di rumahnya, di desa Bulurejo, dengan mengajak beberapa teman dari pondok Tebuireng untuk menyelenggarakan aktifitas pengajian al-Qur’an di musholla tersebut. Pada perkembangan selanjutnya status mushola ini ditingkatkan menjadi Masjid dan difungsikan untuk jamaah sholat Jum’at. Bangunan masjid tersebut mengalami pemugaran yang pertama pada tahun 1955, dan rehab perluasan serambi masjid pada tahun 1965 bersamaan dengan momentum tragedi G-30 S/PKI. Partai Komunis Indonesia (PKI) punya misi merubahIndonesiamenjadi negara komunis dengan cara kekerasan bahkan ada kasus beberapa orang muslim yang tengah menjalankan sholat subuh dibunuh. Usaha mereka gagal sehingga berakibat PKI dinyatakan sebagai partai terlarang diIndonesiaberikut berdampak terjadinya pembantaian massal secara nasional terhadap para antek partai terlarang tersebut. Situasi mencekam itu terjadi dan berekses pula pada membludaknya orang yang mencari perlindungan untuk menyelamatkan nyawa dengan tindakan antara lain mendatangi dan berdiam di masjid-masjid, termasuk di masjid Bulurejo. Peristiwa itu menjadi momentum bagi awal ramainya yang datang ke masjid, termasuk untuk sholat Jum’at dimana khutbah Jum’at mempunyai makna penting bagi dakwah Islamiyah. KH. M. Ya’qub sering bersilaturrohmi ke teman sejawatnya di berbagai desa lain dan mengajak mendirikan masjid-masjid yang arsitektur/ model bangunannya hampir sama. Masjid-masjid tersebut dibangun dalam waktu yang hampir bersamaan dan dipakai untuk pusat dakwah Islamiyah. Masjid-masjid tersebut juga berfungsi sebagai sarana lembaga pendidikan formal Madrasah Ibtidaiyah (MI). Beliau juga perintis berdirinya lembaga pendidikan Ma’arif tingkat kabupaten. Melalui Lembaga Pendidikan Ma’arif ini beliau mengajak teman sejawat mendirikan Madrasah Ibtidaiyah pada hampir setiap desa, dengan sarana awal masjid maupun rumah penduduk sebagai ruang kelas. Banyak guru agama diupayakan oleh beliau untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Adanya Madrasah Ibtidaiyah pada saat itu sangat penting sebagai langkah kaderisasi da’i dan mengisi momentum kemerdekaanIndonesia. Banyak di antara lulusan MI tersebut selanjutnya menjadi kiyai yang mendirikan pesantren.

Info Unggulan

Jenjang Pendidikan

Tingkat pendidikan dari tingkat rendah MTs, MA, dan jenjang perguruan tinggi STIT atau masuk ke perguruan tinggi lainnya.

Ekstrakurikuler

Ko-Kurikuler merupakan kegiatan tambahan santri (muatan lokal) yang wajib diikuti seperti muhadoroh tiga bahasa, kepramukaan, pelatihan komputer, keputrian dll. Sedangkan ekstra kurikuler merupakan kegiatan yang boleh dipilih oleh santri dengan tidak mengesampingkan intra maupun ko-kurikuler.

Dalam perjalanannya,kurikulum Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo senantiasa mengikuti dan mengadaptasikan diri dengan perkembangan kurikulum nasional. Dalam rangka meningkatkan kualitas out-put yang lebih akurat dan memadai dalam konteks kebutuhan masyarakat luas yang variatif, maka dilakukan kegiatan-kegiatan antara lain:

Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf);

  • Pembinaan Tilawatil Qur’an;
  • Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab);
  • Disiplin berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari ( 1 pekan arab dan 1 pekan inggris),
  • Diskusi dan Penelitian Ilmiah,
  • Kepramukaan;
  • Pengembangan Olahraga
  • Pengembangan Seni Qashidah,
  • Pengembangan Seni Beladiri (Tapaksuci dan Kungfu);
  • Tahfidhul Qur’an;
  • Pengembangan jurnalistik dan publisistik,
  • Pengembangan Exacta (Lab Skill)
  • Pengembangan Teater
  • Disiplin hidup.

Fasilitas

Fasilitas Pondok Pesantren : Masjid, asrama santri, kantor, asrama pengasuh, dapur, gedung sekolah, lapangan, koperasi santri, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, gudang, kamar mandi/wc, klinik kesehatan.




Ayo Mondok ! Pesantrenku Keren

Ayo bergabung bersama kami dan menjadi bagian dari sebuah sajian informasi yang sangat penting di era digital saat ini, bagaimana pula hal ini akan membuat Pondok Pesantren Anda akan dikenal secara lebih luas oleh masyarakat publik internasional lewat sebuah informasi yang tersaji. Hal ini tentunya akan menjadi keuntungan / promosi tersendiri bagi pondok pesantren yang telah bergabung bersama kami.

© 2016-2018 PP. RMI NU & Team Ayo Mondok
Hak Cipta Dilindungi