AyoMondok

AYO MONDOK ! PESANTRENKU KEREN
PonPes Mahasiswa Al- Hikam

Jl. Cengger Ayam No.14, Tulusrejo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur


  KH. Hasyim Muzadi
  +62 341 495375
  
   www.al-hikam.or.id

Profil



Berawal dari cita-cita untuk menyumbangkan sesuatu khususnya dalam hal peningkatan sumberdaya manusia, KH Hasyim Muzadi bersama beberapa rekan diantaranya : KH. Drs. Tolhah Hasan, Drs. Slamet Efendi Yusuf, Drs Muhammad Ja’far (almarhum) dan H Ubaidillah Fadhil beritikad untuk mendirikan pesantren khusus untuk para mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi di Kota Malang.

Dipilihnya santri mahasiswa sebagai peserta didik di pesantren ini berdasarkan pemikiran bahwa kelompok inilah (mahasiswa/ sarjana) yang kelak akan banyak memegang peranan penting di masyarakat, sementara di perguruan tinggi masing-masing tempat para mahasiswa menuntut ilmu porsi pembinaan spiritual dan karakter mental masih sangat kurang. Karenannya harus tersedia tempat untuk membina moral, membangun karakter dan memperkuat basis keilmuan sehingga kelak akan mampu berperan secara maksimal di dunia kerja dan masyarakat yang tetap disemangati dengan nilai-nilai Keislaman, kebudayaan dan ke Indonesiaan.

Akhirnya pada tanggal 3 Juli 1989 berdiri Yayasan Al Hikam Malang dengan akte notaris NO 47/ 1989. Kemudian Pesantren Mahasiswa Al Hikam sendiri secara resmi berdiri pada tanggal 17 Ramadlan 1413 H/ 21 Maret 1992. Berdirinya pesantren inipun berjalan sebagaimana sejarah panjang dari pesantren-pesantren. Yakni adanya seseorang dalam masyarakat yang dipandang mampu menjadi pengemban nilai-nilai keagamaan kemudian masyarakat tersebut menyebutnya Kyai. Adanya hubungan saling percaya dan saling menerima antara masyarakat dan Kyai, menyebabkan terjadinya interaksi di segala urusan diantaranya adalah adanya masyarakat yang belajar tentang ilmu agama dan berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Sebagai tempat untuk belajar ilmu agama, menjalankan ritual ibadah dan menyelenggarakan kegiatan kemasyarakatan, maka dibangunlah Masjid. Sebelum berdiri masjid di Pesantren Mahasiswa Al Hikam terlebih dulu dibangunlah satu surau (Surau At Taubah) di kampung Janti (Cengger Ayam dalam) sebagai tempat beribadat masyarakat Janti. Kemudian mengingat perkembangan dari kegiatan keagamaan khususnya terkait dengan itikad untuk membangun pesantren mahasiswa maka dibangunlah Masjid Al Ghazali tepat di Jalan Cengger Ayam, yang kemudian berkembang menjadi Pesantren Mahasiswa Al Hikam.

Bermula dari taklim, berubah jadi pesantren. Itulah gambaran dari pesantren mahasiswa Al-Hikam yang didirikan oleh KH Hasyim Muzadi. Sosok Pesantren Al-Hikam tidak lepas dari peran dan kiprah KH Hasyim Muzadi di masyarakat, dimana ia menjadi tempat bertanya masyarakat. Awalnya ia mengampu sebuah majelis taklim kecil di sebuah musala At-Taubah, kampung Jati, Malang.

Lambat laun, jamaahnya terus bertambah banyak terutama juga dikuti oleh kalangan mahasiswa di Malang. Langkah dan peran dakwah dari KH Hasyim itu rupanya diperhatikan sekali oleh alah satu gurunya, yakni KH Anwar (PP An-Nur, Bululawang, Malang). Hingga suatu waktu, KH Anwar berkunjung ke tempat mengajar KH Hasyim Muzadi dan berkata,”Syim (demikian panggilan KH Hasyim Muzadi), anak-anak itu bakale dadi wong pinter. Sangunono bismillah. Bagianmu nglumpukke sampah.Syukur-syukur dadi rabukke masyarakat.”

Mendengar perintah dari gurunya itu, KH Hasyim Muzadi lalu mulailah merintis pembangunan pesantren. Rupanya nasehat pak KH Anwar itu cocok dengan latar belakang santri KH Hasyim Muzadi, dimana ia juga aktif di pergerakan mahasiswa. Sehingga ia sudah biasa bergerak dan mengelola pendidikan pesantren yang mayoritas diikuti oleh kalangan mahasiswa.

Pembangunan pesantren pun kemudian dimulai dan seluruh aktivitas pesantren yang terletak di Jl. Cengger Ayam No 25, Malang itu akhirnya diresmikan dan mulai beraktivitas pada 17 Ramadhan 1413 H (21 Maret 1992 M).

Pesantren Al-Hikam ini memang mengkhususkan diri pada kalangan mahasiswa, sehingga pesantren ini di kemudian hari dinamakan pesantren mahasiswa Al-Hikam. Pilihan mendirikan pesantren mahasiswa bukan tanpa alasan, sebab di kota Malang yang berhawa dingin itu terdapat beberapa kampus perguruan tinggi seperti Universitas Merdeka, Brawijaya, Akademi Bisnis dan Manajemen (ABS), Muhammadiyah dan lain-lain. “Selain itu, mahasiswa mempunyai peran yang strategis dalam kontek perubahan masyarakat dan dalam kontek perguruan tinggi, mereka kelak akan berada di tengah masyarakat,” kata Drs. H. Muhammad Nafi’, kepala pesantren mahasiswa Al-Hikam.

Info Unggulan



Jenjang Pendidikan



Untuk menjadi santri di Al-Hikam, persyaratan umum yang harus dipenuhi adalah calon santri berasal dari mahasiswa S1 (non ekstensi) yang terdaftar di perguruan tinggi umum (fakultas non agama). Dengan ketentuan bagi program non eksak maksimal duduk di semester 3, program eksak maksimal di semester 5, dan D-3 semester 1. Pendaftaran santri baru dilaksanakan satu tahun sekali (Juni-Oktober) melalui proses seleksi administrasi, IQ, Interview, Bahasa Inggris dan kemampuan agama dasar.

Pesantren mahasiswa dalam menerapkan pendidikan bagi santri melalui tiga pendekatan, yakni: pengasuhan (meliputi displin ibadah, pembentukan akhlak dan semangat pengabdian pada masyarakat); pengajaran(meliputi kemampuan keahlian); pelatihan (meliputi pengembangan kemandirian hidup dan tata operasional pengabdian masyarakat). “Kita ingin bagaimana menyambungkan nilai-nilai agama itu mendapatkan pengaruh secara objektif dalam alur disiplin ilmu. Sebaliknya ilmu pengetahuan yang objektif itu mendapatkan kembali seignifikasi dan justifikasi dalam metafisika dan spiritual kembali. Jadi tidak sekuler itu,” lanjut Ustadz Nafi’.

Ini tantangan bagi umat Islam untuk mengembangankan khasanah keilmuan dan keislaman, lanjutnya. “Al-Hikam mencoba memilih jalan melakukan rintisan sekecil apa pun dan tidak banyak bicara. Karena membicarakan pendidikan tidak pernah sempurna. Apa yang kita lakukan itu long term (jangka panjang). Jadi masih perlu ikhtiar terus menerus,” katanya.

Sebagaimana kegiatan pesantren lainnya, di pesantren ini kegiatan dirosah dilakukan secara klasikal mulai pagi hari (selepas shalat subuh) jam 05.00-06.00 dan malam (selepas shalat magrib) dari jam 18.30-19.30.

Ekstrakurikuler



Kelompok Kajian dan Penelitian Ilmiah, English Club, Kelompok Seni Budaya, Pengembangan bakat dan hobby.

Fasilitas



Minimarket, lapangan olah raga, lab bahasa, perpustakaan, auditorium, masjid, pesantren dan asrama mahasiswa




Ayo Mondok ! Pesantrenku Keren

Ayo bergabung bersama kami dan menjadi bagian dari sebuah sajian informasi yang sangat penting di era digital saat ini, bagaimana pula hal ini akan membuat Pondok Pesantren Anda akan dikenal secara lebih luas oleh masyarakat publik internasional lewat sebuah informasi yang tersaji. Hal ini tentunya akan menjadi keuntungan / promosi tersendiri bagi pondok pesantren yang telah bergabung bersama kami.

© 2016-2018 PP. RMI NU & Team Ayo Mondok
Hak Cipta Dilindungi